Tes IQ Manual dan Berbasis Komputer

Apa sih intelegensi itu?
Secara umum, inteligensi atau biasa disebut dengan kecerdasan ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Sedangkan menurut bahasa, inteligensi berasal dari kata latin intelligere yang memiliki arti mengorganisasikan, menghubungkan, menyatukan satu dengan yang lain.
Mewakili definisi-definisi inteligensi lainnya, Chaplin dalam buku Kamus Lengkap Psikologi, merumuskan tiga definisi kecerdasan; (1) kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri (adaptasi) terhadap situasi baru secara cepat dan efektif, (2) kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif, dan (3) kemampuan memahami pertalian-pertalian dan belajar dengan cepat sekali.
Para ahli tidak memiliki kesatuan pandangan dalam memberikan definisi tentang kecerdasan. Sehingga dari berbagai definisi inteligensi, ada dua kunci utama dalam pengertian inteligensi. Pertama, inteligensi sebagai kapasitas belajar berdasarkan pengalaman. Dan kedua, inteligensi sebagai penyesuaian diri seseorang dengan lingkungannya.

Tes Inteligensi  (IQ)
Mulanya, tes inteligensi (IQ)  pertama yang bersifat individual diciptakan oleh Alfred Binet (1905) seorang psikolog Perancis. Binet berusaha untuk memprediksi inteligensi anak-anak yang dapat berfungsi dengan baik di sekolah. Hasil tes tersebut berupa angka sederhana yang menyimpulkan kemampuan seseorang.
Kemudian, pada saat terjadi Perang Dunia 1, beberapa negara menggunakan tes inteligensi yang diberi nama The Army General Intelligence Test sebagai tes perekrutan anggota angkatan bersenjata. Tes ini digunakan untuk mengukur seberapa layak rekrutan dapat berlaku sebagai tentara, dan penetapan posisi anggota di berbagai devisi, baik devisi angkatan udara, laut, dan darat.
Hingga kini, tes inteligensi telah digunakan di sekolah, untuk perekrutan tenaga kerja, untuk perkembangan pribadi, dan lain-lainnya. Penggunaan tes inteligensi sebagai alat untuk seleksi terkhusus di sekolah  mengundang perdebatan. Karena tujuan awal tes inteligensi yang dilakukan Binet ialah untuk membantu baik anak yang memiliki keterlambatan mental maupun anak yang normal untuk diidentifikasikan sebelum mereka mengalami hambatan di sekolah.

Tes IQ Manual dan Tes IQ Berbasis Komputer 
Tes IQ yang biasa dilakukan yaitu secara manual, baik secara individu maupun kelompok. Peserta diminta menjawab pertanyaan terbuka atau tertutup. Setelah tes selesai kemudian tester melakukan scoring. Pada tahap scoring ini tester membutuhkan waktu lama, karena tester harus memeriksa satu per satu jawaban yang dijawab testee. Setelah dilakukan scoring dilakukan interpretasi oleh psikolog. Namun ada pula tes IQ yang berbasis komputer karena kemajuan teknologi di masa sekarang. Cara mengerjakannya juga mudah, peserta tidak perlu membawa alat tulis. Peserta hanya perlu menjawab pertanyaan melalu aplikasi di komputer. Tester pun melakukan scoring melalui komputer juga dan prosesnya sangat mudah. Ini dikarenakan tes IQ melalui komputer sudah terprogram dengan baik dan meminimalisir kesalahan saat mengerjakan tes IQ.
Kalau melakukan tes IQ secara manual, banyak orang lebih mengerti dengan instruksi yang diberikan karena disampaikan secara langsung dan dapat bertanya jika belum mengerti. Tetapi membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan tes tersebut sehingga peserta cepat bosan karena soal yang terlalu banyak. Sedangkan tes IQ yang dilakukan melalui komputer tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasil scoring dan peserta tidak perlu menyiapkan alat tulis. Tetapi tidak semua peserta mengerti dengan instruksi tes IQ berbasis komputer karena tidak dijelaskan langsung oleh tester dan tidak ada pertanyaan jika belum mengerti.






Sumber:
- Chaplin, J. P. (2002). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIOGRAFI WILLIAM STERN

ILMU ALAMIAH DASAR

ILMU ALAMIAH DASAR